Sabtu, 30 Oktober 2010

Jenis Perubahan Makna

Perubahan makna kata yang dimaksud meliputi perluasan arti, penyempitan arti, perubahan total, penghalusan, pengasaran (Chaer,1990:145_150). Menurut Keraf (1988 :97-99),perubahan makna meliputi perluasan arti, penyempitan arti, ameliorasi, peyorasi, metafora, dan metonimia.

a. Perluasan Arti.

Perluasan arti adalah perubahan makna pada sebuah kata yang dulunya mengandung satu makna khusus, tetapi kemudian meluas. misalkan, kata saudara yang dulunya berarti seperut atau satu kandungan, tetapi kini berkembang menjadi (1) siapa saja yang bertalian darah, (2) dipakai untuk menyebut siapa saja yang dianggap sederajat.

b. Penyempitan Arti

Penyempitan arti adalah perubahan makna pada sebuah kata dimana makna yang lama lebih luas daripada makna yang baru. Misalkan, kata sarjana dulu dipakai untuk menyebut semua orang cendekiawan, sekarang dipakai untuk gelar pendidikan.

c. Ameliorasi

Ameliorasi adalah sebuah perubahan makna dimana arti baru dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilai rasanya dari arti yang lama. misalkan, kata wanita dirasakan lebih tinggi nilai rasanya daripada kata perempuan.

d. Peyorasi

Peyorasi adalah suatu proses perubahan makna dimana arti yang baru dirasakan lebih rendah nilai rasanya daripada arti yang lama. Misalnya kata bini dianggap tinggi nilainya pada jaman lampau, sekarang dirasakan sebagai kata yang kasar; perempuan dulu tidak mengandung nilai rasa yang kurang baik, tetapi sekarang nilainya dirasakan sudah merosot.

e. Sinestesia.

Sinestia berarti perubahan makna kata akibat penukaran tanggapan indra. Misalkan, kata manis untuk indra pencecapan(lidah) bertukar dengan indra pengihatan(mata).

f. Asosiasi.

Asosiasi (pertautan makna) berarti perubahan makna kata karena ditautkan dengna hal-hal lain yang memiliki kesamaan sifat. Misalkan, kata amplop yang berarti 'alat utuk menyampul surat', tetapi bisa juga dipakai untuk 'membungkus uang sogok'.

g. Perubahan Total.

Perubahan total adalah perubahan makna secara total dari makna. Misalkan, kta ceramah yang dulunya berarti 'cerewet', tetapi sekarang kata itu berarti 'pidato' atau 'uraian'.

referensi :
Paulus Tukan, S.pd. 2006. Mahir Berbahasa Indonesia 3Jakarta. Yudistira

0 komentar:

Poskan Komentar

Sabtu, 30 Oktober 2010

Jenis Perubahan Makna

Diposkan oleh siitii di 11:04:00 PM
Perubahan makna kata yang dimaksud meliputi perluasan arti, penyempitan arti, perubahan total, penghalusan, pengasaran (Chaer,1990:145_150). Menurut Keraf (1988 :97-99),perubahan makna meliputi perluasan arti, penyempitan arti, ameliorasi, peyorasi, metafora, dan metonimia.

a. Perluasan Arti.

Perluasan arti adalah perubahan makna pada sebuah kata yang dulunya mengandung satu makna khusus, tetapi kemudian meluas. misalkan, kata saudara yang dulunya berarti seperut atau satu kandungan, tetapi kini berkembang menjadi (1) siapa saja yang bertalian darah, (2) dipakai untuk menyebut siapa saja yang dianggap sederajat.

b. Penyempitan Arti

Penyempitan arti adalah perubahan makna pada sebuah kata dimana makna yang lama lebih luas daripada makna yang baru. Misalkan, kata sarjana dulu dipakai untuk menyebut semua orang cendekiawan, sekarang dipakai untuk gelar pendidikan.

c. Ameliorasi

Ameliorasi adalah sebuah perubahan makna dimana arti baru dirasakan lebih tinggi atau lebih baik nilai rasanya dari arti yang lama. misalkan, kata wanita dirasakan lebih tinggi nilai rasanya daripada kata perempuan.

d. Peyorasi

Peyorasi adalah suatu proses perubahan makna dimana arti yang baru dirasakan lebih rendah nilai rasanya daripada arti yang lama. Misalnya kata bini dianggap tinggi nilainya pada jaman lampau, sekarang dirasakan sebagai kata yang kasar; perempuan dulu tidak mengandung nilai rasa yang kurang baik, tetapi sekarang nilainya dirasakan sudah merosot.

e. Sinestesia.

Sinestia berarti perubahan makna kata akibat penukaran tanggapan indra. Misalkan, kata manis untuk indra pencecapan(lidah) bertukar dengan indra pengihatan(mata).

f. Asosiasi.

Asosiasi (pertautan makna) berarti perubahan makna kata karena ditautkan dengna hal-hal lain yang memiliki kesamaan sifat. Misalkan, kata amplop yang berarti 'alat utuk menyampul surat', tetapi bisa juga dipakai untuk 'membungkus uang sogok'.

g. Perubahan Total.

Perubahan total adalah perubahan makna secara total dari makna. Misalkan, kta ceramah yang dulunya berarti 'cerewet', tetapi sekarang kata itu berarti 'pidato' atau 'uraian'.

referensi :
Paulus Tukan, S.pd. 2006. Mahir Berbahasa Indonesia 3Jakarta. Yudistira

0 komentar on "Jenis Perubahan Makna"

Poskan Komentar