Sabtu, 30 Oktober 2010

Ketika

Ketika kulihat di balik jendelapepohonan terdiam terpaku
seekor burung bernyanyi untuk dirinya

ketika ku berjalan sendiri
melintasi lapangan bersalju
mendengarkan jejak kakiku bernyanyi
udara dingin mempucatkan wajahku
tak kunjung henti pula menggetarkan bibirku

ketika ku tidak dapat tertidur lelap di malam hari
mata terbuka lebar layaknya pikiranku yang terbang jauh
di bawah kehangatan selimut
dan kenyamanan bantal
hati berteriak keras menambah kegelisahanku

suatu kenyataan mendesak dan melambung dalam kepalaku
tanah yang landai seolah menerjang hatiku
aku tidak dapat meminta tolong
wajahku memerah
bibirku menyembunyikan senyum
dan berharap kau dapat mendengar
ketika ku berteriak
aku cinta kamu

0 komentar:

Posting Komentar

Sabtu, 30 Oktober 2010

Ketika

Diposting oleh siitii di 10:23:00 PM
Ketika kulihat di balik jendelapepohonan terdiam terpaku
seekor burung bernyanyi untuk dirinya

ketika ku berjalan sendiri
melintasi lapangan bersalju
mendengarkan jejak kakiku bernyanyi
udara dingin mempucatkan wajahku
tak kunjung henti pula menggetarkan bibirku

ketika ku tidak dapat tertidur lelap di malam hari
mata terbuka lebar layaknya pikiranku yang terbang jauh
di bawah kehangatan selimut
dan kenyamanan bantal
hati berteriak keras menambah kegelisahanku

suatu kenyataan mendesak dan melambung dalam kepalaku
tanah yang landai seolah menerjang hatiku
aku tidak dapat meminta tolong
wajahku memerah
bibirku menyembunyikan senyum
dan berharap kau dapat mendengar
ketika ku berteriak
aku cinta kamu

0 komentar on "Ketika"

Posting Komentar